SELAMAT DATANG
Showing posts with label Seperti Cerbung. Show all posts
Showing posts with label Seperti Cerbung. Show all posts

DOA



Hari ini Soeparman bangun pagi pagi sekali. Tidak seperti biasanya, ia bahkan membuat dunia bergetar dengan bangun sebelum beberapa menit adzan subuh. Sebuah kemustahilan, dan tidak pernah, mungkin, ada dalamamazing draft milik Tessa dalam Now is good yach.

Sebelum muadzin mengumandangkan suara adzanya, Soeparman lebih terdahulu sudah mecongol  di shaf paling depan, sambil geleng geleng. Ntah apa yang ia baca. 


"ini ada yang tidak beres", kata Parto, yang baru datang, mengajak ngobrol saudaranya Partolo sebelum memasuki pintu Langgar.
"sssstt.... ah, panjenengan ini lho, jangan begitu... ini namanya kemajuan, selama ini kan kang Soe jarang sekali ikut yang beginian, jama'ah sholat subuh bareng". Jawab Partolo.
"iya, tapi ini kan aneh... saya takut, sebentar lagi hujan. haha.... "

Soeparman, adalah jenis manusia yang tidak banyak bergaul bersama manusia. Ia banyak menghabiskan waktunya dengan melakukan program lelana, Travelling, atau mungkin itu yang kebanyakan orang disebut 'Uzlah. Bagi Seorang pencari ilmu, 'uzlah adalah sebuah keniscayaan. Karenanya, banyak literatur yang mengajarkan aksen, kaidah atau tata cara mencari ilmu, seperti kitab-kitab adabnya imam Ghazali, atau Syekh Zarnuji. Salah satu diantaranya, disana disebut adalah bahwa Ilmu itu membutuhkan 'Uzlah. Namun itu, sepertinya bukan alasan pokok bagi Soe untuk tidak kemudian berkecimpung di perserikatan manusia manusia. Dia tetap menjalankan rutinitasnya sebagai manusia sosial kok. Buktinya, dia anggota salah satu Organisasi, dia juga memegang paguyuban yang beranggotakan manusia.

Namun yang paling ia herankan, bagi Soeparman adalah di setiap perkumpulan, jama'ah selalu tidak tertinggal untuk menunjuk salah satu orang untuk memimpin doa bersama. yang membuat panik Soeparman, bahwa doa doa yang baik adalah yang dikemas dengan bahasa arab, yang panjang, dan yang di puitis puitiskan. Sehingga, bahkan tanpa sadar, bagi jama'ah, bukan menghayati isi daripada doa yang dibacakan oleh seseorang Imam atau yang ditunjuk untuk memimpin doa itu, namun lebih berharap untuk segera mengakhiri doanya. Apa ukuran doa itu hanya menggunakan kata kata? atau bagaimana? atau jika ketika harus berkata kata, memimpin doa harus panjang dan dipuitis puitiskan? atau malahan, dengan isak tangisan, ia mengantongi nilai tambahan? atau bagaimana?

"kalau menurut saya Soe, kita harus jeli dahulu melihat orangnya", tiba tiba Parto menyeloroh ke Parman. 
"paham, kalau chasingnya ulama', kita ikuti saja ya ? begitu ?", jawab Soeparman, menangkap maksud parto

"Persis"

"Salah...Justru sekarang penjahat saja sudah pinter ngeles. Mulutnya di poles bunga bunga, sedikit isak tangis, beres. ya kan kalau saya jadi Tuhan, saya lebih milih menuhin doanya kyai meski dengan potongan preman, daripada preman yang potongane di kyai kyaikan toh. Jal !!". Soeparman Geram. 

Yang sebenernya ia ingin katakan Soe, adalah bahwa kenapa harus dengan kata kata? atau kekuatan doa hanya melalui kata kata? apa yakin tidak akan tersangkut, sebelum sampai ke arsy?

"lhoh, saya yang lebih heran itu begini lho... mau komunikasi sama Tuhannya kok ya harus lewat kata kata begitu lho, apa kata kata itu bahasanya tuhan? apa tuhan tidak paham dengan bahasa yang lain? bahkan puitisasi doa itu tidak berpengaruh dan bukti diterima atau tidaknya munajat kita toh? " kata Seoparman, dalam hati.

"Seperti bahasa kesedihan?"
Maka tatkala Soeparman berjalan jalan di beberapa daerah di Sudan, dia serasa melihat sesuatu yang berbeda. Di pasar pasar, di tengah, dan tidak jarang dipinggir. Ia melihat beberapa orang berdiri berjejer, seperti melakukan gerakan Shalat. Yang hanya dibatasi oleh tumpukan batu bata setinggi mungkin tidak sampai 30 cm, tanpa atap. Mereka berduyun duyun bergantian, kebanyakan mereka adalah penjual penjual di pasar, pedagang atau pembeli. Ketika Soe pikir bahwa mereka membangun batas seperti musholla tanpa atap itu dengan kesengajaan, maka Soe seraya berdoa kepada tuhannya, semoga kedepan, mereka dibekali kemampuan untuk membangunnya lebih megah, seperti bangunan bangunan Mesjid, musholla di Indonesia. 

"Nah, mungkin ini berdoa tanpa kata kata? saya berdoa tanpa puitisasi?"







NB :
*Uzlah adalah menjauh dari hiruk pikuk duniawai, bisa juga diartikan dengan mufaroqoh (berpisah) dengan manusia. Karena menurut imam Ghazali, Bergaul dengan manusia itu mengundang banyak penyakit (hati).
Namun tidak sedikit yang mengartikan Uzlah dengan pengertian lain

*Maka tak heran, jika Soe seringkali menolak untuk memimpin doa. karena memang, bagi dia berdoa secara jama'ah itu tidak otentik. Apalagi harmonis, atau efektif? Soe lebih setuju jika berdoa sendiri, dia bisa meminta kepada Tuhannya apa saja yang ia mau. Nah, kalau nanti ikut doa jama'ah, ya kalau permintaan dia sudah kesebut? kalau belum? kan dobble job, harus berdoa lagi. (haha). Beberapa hal memang terkecuali, ketika kita memang dipimpin oleh orang orang yang sudah kita pasrahkan diri kita kepada kealimannya.
Read More...

Mengenal Soeparman, Kaum dan Predatornya


Salam teman teman, untuk kali ini. Perkenankanlah saya untuk mengenalkan sosok/seseorang, Soeparman. Ia adalah teman baik saya, sahabat lebih tepatnya. Saya mengenalnya lebih dari satu tahun yang lalu, tepatnya di 2011 lalu. Ceritanya panjang –sekarang singkat ajha dulu ya.

Soeparman, ya, begitulah ia biasa kusapa. Dan teman teman dekatnya menyapa. Dia adalah sosok manusia, namun tidak utuh. Kerna dia wereng. Namun juga tidak utuh sebagai hewan. Dia lah manusia wereng, atau wereng yang menyerupai manusia?

Saya mengenalnya, ketika itu nama dia melejit di dunia pers . Lantaran keberanian dia dalam mengungkap kan sindikat makelar kasus yang melekat di tubuh cabinet presiden Abhi Nistha (Presiden negri Ngestina, perawakan gemuk, peragu dan pecuca-pecucu). Ia kala itu, dianggap satu satunya hewan yang berani mengungkapkan fakta dan kebenaran. Konon, dengan menggunakan kemampuan istimewanya, mampu menangkap dan merekam pembicaraan manusia (Matamata) yang terjadi diantara sindikat markus. Lalu menyampaikannya di ruang publik, ia tersohor sebagai Soeparman, si wereng istimewa. Ia mengaku mampu menyadap pembicaraan, kerna dia dianugrahi oleh sang hyang widhi, di kehidupan kedua, mampu mendengarkan suara dengan frekuensi paling kecil sekali pun dan merekamnya. Terakhir, dia mengaku juga bahwa, dia mampu memasuki dan menelisik masuk ke rongga rongga vital, bahkan terkecil yang dimiliki manusia.

Dulu ia pernah bercerita, dan berkata kepadaku mengenai asal muasalnya “ya, saya ini dulu bosan menjadi manusia sepertimu, saya kenal betul manusia. Sampai suatu hari, saya sowan betara guru, dengan membawa Begawat Gita yang kreshna berikan sebelum kematiannya. Saya sowan, mencari rekom, untuk bisa protes kepada Sang Hyang widhi, mbok ya saya diberi kesempatan untuk tidak menjadi manusia. Akhirnya, beliau melunaskan permintaan saya; moksa, dengan syarat, harus menapaki jalan dharma secara benar. Saya jalani. Dan akhirnya…..”, dia berkata seperti itu. –singkat saja ya, nanti lengkapnya saya ceritakan di berbagai bab, mengenai asalnya dia darimana.
Pertemuan kami, di salami oleh cuaca yang baik. Kami pun saling kenal dan menjadi sahabat. Sangking sahabatnya, saya relakan untuknya numpang, dan menetap seatap di kos kosan sederhana saya. Maklum, jujur, saya terpesona terhadap keberanian dia di ruang publik, tersihir pesona charisma sahajanya. Yang pada akhirnya juga, saya belajar banyak darinya menganai kehidupan. Saya pun rela, bahkan jika harus mendengarkan celotehnya berjam jam, ia penuh hikmah saya kira. Selain cerdas, saya bisa menyimpulkan bahwa wereng yang satu ini, juga tanggap dalam segala hal.

Bertanya mengenai sosoknya? Ah, jangan dulu. Dia terkadang menjadi sosok –rupa aslinya, sebagai wereng; dalan segala jenis; coklat, hijau gudir dll. Juga terkadang dia menjadi, ah, sosok manusia. Percaya gak? –kalau kepepet, sebut saja sahabat saya Soeparman itu siluman wereng.

  <<<< (jenis Nephotettix spp) yang seperti ini, ini namanya wereng lokal. Kerna jenis wereng seperti ini sering dan banyak kita jumpai. Di desa AbalAbal kecamatan AnginAngin, wereng jenis ini biasa penduduk setempat menyebutnya dengan nama, wereng gudir; kerna warna hijaunya mirip dengan gudir.




 <<<< Kalau wereng jenis ini, lumayan. Lumayan sereng sepak terjangnya. Dia type wereng penyerang, kaveleri? bukan. Kalau bangsa manusia; Kita, menyebut wereng jenis ini sebagai hama tanaman -terutama padi, yang sangat berbahaya dan merugikan. Belum lagi wereng jenis coklat -Klasik ini juga sering menyerang warga melalui gigitan gigitan yang melepuhkan kulit. Serangga kecil ini menghisap cairan tumbuhan dan sekaligus juga menyebarkan beberapa virus (terutama reovirus) yang menyebabkan penyakit tungro. Kejam !!



Awas pokoknya, jangan banyak mendekati wereng jenis ini. Jika teman teman menemui wereng berwarna coklat, klasik ini dimana saja, dijalan, di warung, di kelas, di sawah, di kafe, di mall. Awas, jangan sekali kali mencoba mendekatinya, apalagi ketika si Wereng terlihat kusut, sumpek, dan tampak bokek. Itu bisa mengakibatkan anda menyesal 3 hari.


Wereng jenis klasik ini memang berbeda dari jenis wereng Hijau itu; Lokal. Wereng yang bernama binomial Nilaparvata lugens ini, masih keluarga Delphacidae. (aku tambah bingung sendiri, ).

Namun selain kedua jenis wereng diatas, ada juga jenis wereng yang biasa kita sebut wereng punggung putih (Sogatella furcifera). Namun wereng jenis ini tidak banyak ditemui. Mungkin mati dimakan predator mereka? "hah? wereng kan pahit, ga banget dec".

ya, wereng memiliki beberapa predator tetap mereka, diantaranya;

Laba-laba serigala (Pardosa pseudoannulata),







Laba-laba bermata jalang (Oxyopes javanus),

 Laba-laba berahang empat (Tetragnatha maxillosa),


Kepik permukaan air (Microvellia douglasi),

Kepik mirid (Cyrtorhinus lividipennis),




Kumbang stacfilinea / Tomcat (Paederus fuscipes),


Kumbang koksinelid (Synharmonia octomaculata),


 Kumbang tanah atau kumbang karabid (Ophionea nigrofasciata),


 Belalang bertanduk panjang (Conocephalous longipennis), 


Capung kecil atau kinjeng dom (Agriocnemis spp.)

 Dan diantara sejumlah predator wereng itu, ada spesies/ras yang masih terjaga dan ada pula ras yang sudah akibat pola tanam dan pengelolaan pertanian yang tidak sehat dan tidak ramah lingkungan.  Hiks... Ciyuuuus? Miapah?



"Nanti dulu ya, saya lagi bercerita tentang Soeparman dahulu "

Well, bahkan tanpa mungkin teman teman sangka ya, Soeparman Pada suatu ketika bisa jadi ia menjelmakan diri seperti gambar dibawah ini.




Perlu kita garis bawahi, Soeparman adalah sosok manusia yang mirip wereng. Dia bisa berubah sesuka hatinya, melihat kondisi dan situasi yang menyelimutinya. Namun tetap, esensi dia adalah manusia wereng, atau wereng yang menyerupai manusia?
Read More...
 photo Joel2_zps6bff29b6.jpg