SELAMAT DATANG
Showing posts with label Rubaiyat. Show all posts
Showing posts with label Rubaiyat. Show all posts

Rubaiyat Rabu

1/
Paru – paru mu terjemur di rabu
Sesemayam cinta yang jadikanmu atma
Lekas garu tembakau agar tak bengu
Likas batu di dada mata air jemawa

2/
 cahaya – nur di sepanjang rabu
Benar – benar menyimpan biru dan ungu
Biru – ungu cahayamu lekang cemburu pada kelabu:
Benar – benar serdadu berkubu dari perintahmu

3/
Luka – duka menganga di rabu
Mememecah gerimis, pada gelap yang ganas
Bumi muntah, dan isi perutnya yang kuadru
Tuhfatulajnas: dikemas dari magma – magma panas 

4/
rabu, benar kau itu rabu
Dari bisumu, berombak, dari batu
Juga pohon kayu gaharu
Di halaman rumahmu --Jadi sebait lagu

5/
O, Rabu duhai, nahas kau itu
Ketika serdadu, panglima dan raja:
Ingat kita, saat hari panas magma
Tenggelamkan segala tipu daya di rabu

6/
Betapa rabu juga rabu
Sekali meski kembali ke rabu
Aduhai rabu, hilanglah ragu
Paru – paru, dari 7 di tiap rabu

7/
Di rabu, ayat satu berbiak 7
Aduh, buruh bunuh buruh:
Dari gaduh, jadi luka – luka biru:
Lupa makna Memajuh 7 kali tawajuh



Khartoum 2013
Read More...

Rubaiyat Ahad

Rubaiyat Ahad
: untuk Hela Yosef yang mantap murtad di hari ahad

1/
Garis muara hati, dari sini
Tertanam bunga – bunga mesra silih berganti
Dari serbuk, dari bentala pertiwi nan kudus,
Kian subur, dari tanah meski tandus.

2/
Seumpama nafas, kita mesti berhenti.
Seumpama majas, mesti curiga pada asumsi
Luas lautan, hulu segala kisah kitab suci
Tetapi pantai, menjadi suci: kali pertama tanahnya dipijak nabi

3/
Pohon – pohon cemara di palestina sibuk sembahyang
Sapi – sapi Pennsylvania  terdiam, bertafakur di kandang
Di ranjang mimpi kita begitu panjang
Ketika datang makna pesan –perut anak istri diterjang kelaparan

4/
O, Roh kudus yang mati terbius.
Layak kah (aku bertanya ) Pria dan waria diperah susunya ?
Dalam kuali, ntah berapa ratus Celcius
Direbus, Dikemas jadi khotbah, jadi dialog dalam kardus
  
5/
Dari pesan yang langit sampaikan
Mestinya kita sama sebagai makhluk
Dari produk tafsir para cendekiawan dan agamawan
Pelukan kita diharamkan, justru halal bagi kita untuk saling mengutuk

6/
Apalah yang bisa daun titipkan sebagai pesan,
Dari ujung  pagi yang menjadikannya lembab oleh embun.
Apalah tabuhan yang bisa hamba persembahkan pada tuan
Jika tiap kali membaca ayat tuan, hatiku makin rabun

7/
Ahad melekat pada garis misteri tembok kamar mandi
Peta sunyi yang sendiri, sesekali dikecipak air najis pencuci
Kelak puisi tidak lagi suci, dibaca justru bikin alergi:
Karena tinta dan pikiran penyairnya tercemar minyak babi



Khartoum, 2014
Read More...
 photo Joel2_zps6bff29b6.jpg