SELAMAT DATANG
Showing posts with label Emelly. Show all posts
Showing posts with label Emelly. Show all posts

I Love You, but Goodbye

Sepenggal lara dan haru harus diucapkan kepada mawar yang baru aku kenal. Aku mengenalnya sebagai pribadi yang baik. Mawar yang meski tanpa penjaga mampu bertahan dari tangan - tangan jail. Karena duri ia dapat fungsikan sebagai malaikat pelindungnya. 

Mawar, aku mengenal ia sebagai mawar. Jika orang boleh bertanya siapa namanya? maka aku akan bercerita berlempir dan halaman tentang harumnya. Yang memberi sesapan keindahan berbeda di setiap sentuhan dan pada musim rekahnya. Jika orang boleh bertanya dimana kah dia? aku akan menggambarkan keindahan - keindahan: taman dengan bunga bunga yang mulai bermekaran di hatiku. Melalui kata kata, mawar bukan soal itu. Tetapi lebih besar dari pesona yang ia sebarkan sebagai candu.

Mawar, aku mengenalnya 4 bulan yang lalu. Sebuah perjalanan yang tidak terduga. aku menemukannya diantara kesedihan dan rasa hampa yang sudah lama di dalam hatiku. Dan sekarang, tanpa sadar. Cinta buih buih cinta hasil pesonanya mengalir, dengan sendiri dan tenangnya mengikuti perjalanan waktu.

Waktu, tanpa sadar setelah mempertemukanku. Juga mencocokanku dengannya. Aku mulai berani bercerita tentang banyak hal mengenai kehidupan. Begitu halnya dengan dia. Dia dan aku selayaknya 2 merpati yang tidak tahu diri. eh, Dia adalah mawar yang lupa terhadap duri miliknya. dan aku? Pejalan dari jauh yang benar benar tidak mengindahkan tanda seru darimu. Waktu bagi kita bagai lorong panjang tiada pemberhentian, kita sama sama menyukai kegelapan. Kita bersama sedang bersembunyi. Kita tidak mengenal cahaya, juga tidak menginginkannya. Karena bagimu cahaya hanya akan membuat kita terjaga dari tidur dan mimpi indah. Karena didekatmu, aku  jadi bermimpi: tentang kamu, taman bunga dan cinta.

"When we remember we are all mad, the mysteries disappear and life stands explained."
Seutuhnya sebelum kau hadir sebagai mawar. Aku tidak pernah bermimpi dalam tidurku. Aku mengenal mimpi hanya dalam cerita fiksi. Bermimpi bagiku hanya membuang waktu dan mengurangi kualitas tidurku. Bermimpi membuatku dilucuti oleh obsesi - obsesi aneh. Karena nya aku sudah lelah menjadi korban spekulasi keadaan. Aku adalah orang gila yang menyadari sejujurnya bahwa teka teki adalah bagian dari kehidupan dan menjelaskan bagaimana aku harus hidup nanti, adalah membuang buang waktu.

But, when you attend, with a thousand doors. Seolah kau menggedor gedor pintu harapan yang lama telah dikutuk untuk tertutup. Kau datang sebagai bunga yang membuatku merasa bahwa 4 bulan itu yang tidaklah lama. Aku ingin terus mengenalmu. 4 bulan denganmu sama halnya dengan 4 menit menunggu antrian beli tiket untuk nonton film save the date bersamamu.

"Bahkan aku bermimpi tentang kamu, sekalipun aku terjaga dan mata menyala"

"Kamu adalah yang membuatku bermimpi di siang hari"

Juga terhadap jarak, aku tidak menganggap itu sebagai masalah. Meski kita di lintas benua yang berbeda: asia - afrika. Karena bagiku jarak dan ruang waktu adalah mesin perindu. Yang memberikan space antara kita: kau dan aku, untuk membangun trust and belief

"jarak mengajari kita banyak hal untuk berdekatan dengan lain"

***************

Cinta memang tidak mengenal logika. Sekalipun aku tahu siapa disampingmu. Sekalipun aku tidaklah special bagimu. Namun setidaknya aku bukan pembuat teka - teki silang yang mengharuskan kita sama sama menafsiri keadaan. "Mungkin aku tidak special bagimu, tapi waktu membuatmu special di mataku".

I Just want to say, I Love you. 
Aku mencintaimu atas nama waktu yang membuatku mencintaimu. Atas nama angin yang selalu mengirimkan pesan perkenalan dan atas nama jarak yang membuatku berhenti bergerak: I love you.

**************

Keadaan mengajarkan banyak hal. Dia mentitahkan keserasian. Ayat ayat langitpun juga berkata bahwa, orang orang yang baik hanya untuk orang orang yang baik pula. Aku tak ingin alam ini tak lagi seimbang dengan kehadiranku disandingmu. Kau mutiara dan pesona. Sedang aku hanya sekian orang yang terbuang dan dilahirkan dengan kenistaan. Kau bisa dipersunting para raja, dan dijadikan istri pertama. Sedang aku hanya kuli tukang pukul batu. Kau bisa mandi dengan madu dan susu. Dan aku, selalu cukup dengan menyapu keringat yang mengucur di dahi dan dagu. 

"Menyadari keadaan, adalah membuatku kembali ke tidur panjang tanpa mimpi dan harapan tinggi."

Aku mengenalmu sebagai pribadi yang tegar, kuat dan tenang dalam menghadapi cobaan. Kau adalah mawar yang tenang, bergoyang seirama dengan angin yang menyapamu. Kau adalah mawar yang meski tanpa penjaga, kau mampu menjaga pesonamu sendiri. Aku tak tahu milik siapakah engkau kelak dan sekarang. Aku hanya berdoa kepada mawar yang telah mampu bersemi di taman hatiku untuk bahagia: dengan siapapun. "Melihatmu bahagia, adalah kebahagiaan hakiki bagiku. Meski dengan siapapun engkau bersama". 

But, Good Bye. Aku bukan warrior, yang mampu bertahan di segala keadaan. Aku juga bukan Qaisy al Mulawwah yang Majnun: gila, sebab mencintai Layla. Aku terlalu rendah. Aku terlalu lemah. Bahkan untuk mengatakan "I Love You" kepadamu. Biar angin mendengar jeritan hatiku, lalu dingin menusuk tulang  dan sendi sendiku yang sudah tak bernyawa. Bakteri melahap setiap usus daging, dan otakku. Aku akan mencintaimu.
But, Good Bye
Aku akan selalu ada untukmu, semoga waktu dan keadaan akan kembali memenjarakan kita di taman bunga



Move On :-)

Khartoum, 26 April 2013
Read More...

Catatan Harian Putri

Chapter 1

dan bulan bertanya, 
ketika malam sepi: tiada bintang
warna tunggal, menggenap
cerita dan rasa yang tertinggal
: disini

di hampa, dan sunyi
serta cahaya kian terang
ku mulai bernyanyi tentang sepi

"Putri... cepatlah bangun, bergegaslah. Bapakmu sudah menunggumu di depan!?!", kata ibunya dari arah lantai bawah.

"apa kau sudah persiapkan semua kebutuhanmu disana nanti? jangan ada yang tertinggal ya... ibu khawatir nak", lanjut ibunya bertanya. Putri sibuk berias, mempersiapka beberapa lengan pakaian, kaos dan celana ia rapikan.

"Sudah bu, Putri siapkan semua...", jawab putri, ketika tampak dia sudah siap untuk melaju ke tempat yang akan menjadi cerita baru baginya.

Angin berteriak ketakutan. Daun daun berjatuhan, air sudah tak lagi bersuara gemuruh aliran. Sepi memberi pelajaran dan arti keramaian. Putri dan ibunya berpisah, kucuran haru dan air mata, seperti lukisan indigo yang bercerita kesedihan.

"kamu harus kuat, bersungguh sungguhlah belajar ya Putri. Ayah dan ibumu pasti akan selalu merindukanmu. Jika ada problem, jangan lupa beri kabar ke rumah", kata ayahnya.

Lengan lengan terikat. Seperti lem terhadap kayu. Mereka mengikat jabat dengan kuat. seperti angin terhadap air laut. Yang bergemuruh menciptakan pintalan pintalan ombak mengerikan. Perpisahan tiba dan perjalanan dimulai.

seorang pelaut yang tangguh dan kuat, tidak terlahir dari ombak yang tenang

******

MAMAMIA

Burung burung bernyanyi. tetapi dengan nada sendiri. Matahari sinarnya merenap memasuki lubang dan ruang. Menyinarkan sinar dan membangunkan manusia manusia yang tertinggal dari sampannya.

Ini hari pertama kali Putri masuk kampus.

Ia berangkat dengan kedua temannya Mia dan Lara, keduanya mulai Putri kenal baik sejak mereka bertemu satu kost. Lara dan Mia lebih dulu berada di kost sejak sebelum masa orientasi Mahasiswa. Kini ia bertemu dalam satu rumah. Ketiganya tidak berasal dari daerah yang dekat.

"pokoknya kamu Put, nanti kalau jam pelajaran selesai kita ketemu di kantin ya. dan karena ini pertama kalinya kamu masuk kuliah, jadi makan siang kamu yang traktir :D !?!, kata Mia yang sedikit cerewet kalau soal makanan.

Teman serumah mengenal Mia sejak awal adalah orang yang protect terahadap makanan. Tidak semua makanan ia makan, ia harus memilih mana makanan sehat dan yang tidak. Obsesi hidupnya adalah makanan. "Orang bisa hidup dengan sehat, tanpa kendala jika didukung dengan makanan yang sehat, bukan?" tanya dia suatu hari kepada Putri. Berteman dengan Mia, sama halnya berteman dengan dokter kandungan gizi dan vitamin. Mampu mengenal makanan secara detail dengan cara mencicipinya.  Untuk makanan memang dia jagonya, dia bisa mentaksir berapa jumlah vitamin, protein dan lain lain pada makanan yang dimakan orang. Lara bilang, Mia itu manusia dengan lidah ajaib.

 Majalah majalah di kamarnya pun semua urusan makanan, mulai dari majalah "Ibu Muda, Bunda, Masakan Melayu, Majalah Dapur Umum dan lain lain yang biasa berisikan resep - resep bagi ibu ibu untuk memasak dengan sehat dan tips tips seputar makanan. Meskipun ia sekarang melanjutkan kuliah di jurusan Bisnis Manajemen, tidak membuat kesenangannya terhadap makanan itu hilang. Karena obsesinya makanan, maka ia terobsesi setelah lulus nanti ia akan bisnis makanan.

"Mia, apa kamu tidak takut, kebanyakan makan jadi gemuk lho...", seloroh lara yang berada di kursi belakang sambil baca baca majalah remaja.

"hari gini... masih saja takut sama makanan, kita harus pintar memilih lah. Coba buktikan, meski aku suka nyicipin makanan, tapi aku tetep langsing kok. haha... " jawab Mia dengan nada tawa.

"hah? apa? kamu langsing? .... ", jawab Putri dan Lara serentak tanda tak puas dengan jawaban Mia yang asal asalan.

"Sexy..."


 To be Continue..



............................
dan begitulah cerita, mengalir
seperti air ia tergilir
"ini bukan seberapa" kata pelaut
kita baru sampai di sampan.
belum mengenal angin dan laut





Read More...
 photo Joel2_zps6bff29b6.jpg